Polisi menduga ledakan tersebut terjadi akibat adanya percikan api yang menyambar bubuk mesiu saat proses pembuatan petasan. Adapun jenis petasan yang meledak itu diketahui merupakan petasan kembang api gangsing.
Dalam hal ini disampaikan Kapolres, berdasarkan pengakuan kuwu setempat mengklaim kejadian itu tidak menimbulkan korban jiwa.
Padahal, ledakan tersebut diketahui terdengar hingga radius sekitar 6 kilometer dan membuat getaran hebat dalam radius 1 kilometer dari titik pusat ledakan. “Sejauh ini kita cek di lapangan berdasarkan informasi dari kepala desa belum ada korban jiwa,” ucapnya.
Seusai terjadinya ledakan tersebut, terlihat di lokasi kejadian anggota Detasemen C Pelopor Sat Brimob Polda Jabar bersama Inafis Polres Indramayu langsung melakukan olah tempat kejadian perkara.
Di lokasi kejadian itu ditemukan bekas-bekas racikan bubuk mesiu yang digunakan untuk membuat petasan. “Barang bukti sedang kita kumpulkan, seperti alat untuk meracik sudah kita amankan,” ujar dia.
Menurutnya, dari hasil olah TKP polisi mendapati sejumlah barang bukti diantaranya, yakni bubuk mesiu yang digunakan pemilik meracik petasan, alat-alat untuk meracik, hingga petasan setengah jadi yang sudah selesai dibuat pemilik pabrik.
Sementara itu, Berdasarkan informasi ledakan itu bahkan terdengar hingga radius jarak sekitar 6 kilometer dari titik lokasi ledakan, bahkan Ledakan juga membuat getaran hebat hingga kurang lebih 1 kilometer. (Agus)











































































































Discussion about this post