Namun, lanjut dia, hal itu tidak boleh membuat gugup dalam penanganannya. Melakukan inovasi dalam upaya adaptasi, perlu dilakukan, sehingga akhirnya melahirkan cara penanganan yang lebih tepat.
“Kalau bicara gagap, semua juga gagap. Tapi kita lihat beberapa daerah berani melakukan inovasi, mereka mengkonsolidasikan potensi pemerintah bersama masyarakat. Di luar sosialisasi, pemerintah juga multak harus melakukan tes massal,” katanya.
Dia menambahkan, Relawan Jabar Baik Majalengka siap mendukung dan membantu upaya-upaya penanganan Covid-19 ini secara menyeluruh.
“Seperti yang dilakukan Bu Risma di Surabaya, daerah tersebut tidak takut menjadi zona merah, bahkan hitam. Karena banyak melakukan tes, akhirnya yang positif lebih banyak yang teridentifikasi,” pungkasnya. (Ibnu)











































































































Discussion about this post