LEMAHWUNGKUK, (FC).- Merebaknya virus Corona yang melanda dunia telah berdampak menurunnya ekspor hasil kelautan dan perikanan asal Cirebon. Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Kejawanan Cirebon mencatat, kinerja ekspor turun drastis akibat dampak mewabahnya virus corona tersebut.
Kasi Operasional Pelabuhan PPN Kejawanan Cirebon, Muklis mengatakan, penurunan volume ekspor mulai dirasakan sejak November hingga berlanjut di tahun 2020. Penurunan drastis terlihat di periode Januari 2020.
“Ramainya corona itu sekitar awal Januari. Waktu ekspor pada Januari 2019 itu mencapai 422 ton, tapi di Januari 2020 hanya 143 ton. Jadi memang sangat berdampak,” kata Muklis kepada FC, Selasa (18/3).
PPN Kejawanan mencatat, volume ekspor perikanan tahun 2019 mencapai 3.472 ton dengan total nilai ekspor mencapai Rp432,7 miliar.
Negara China menjadi pasar terbesar ekspor perikanan yang dipasok dari perusahaan pengolahan ikan yang ada di kawasan PPN Kejawanan Kota Cirebon, dengan produk unggulan ekspornya berupa ikan dan cumi.
“Dari total ekspor, 70 persennya itu ke China untuk ikan dan cumi,” jelas Muklis. (Andriyana)












































































































Discussion about this post