KAB. CIREBON, (FC).- Sudah hampir dua tahun rusak, jalur jalan Lobunta sepanjang kurang lebih 1 KM di kawasan Desa Larangan, Kecamatan Lobunta hingga Perumahan Lobunta Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon ternyata masih belum juga diperbaiki.
Parahnya, akibat intensitas hujan terus menerus yang terus mengguyur jalanan juga memperparah kondisi jalanan. Bukan hanya itu, jalur ini kerap memakan ban kendaraan yang melintas.
Berdasarkan pantauan FC, pengendara yang melintasi jalur ini baik kendaraan roda dua maupun empat. Harus ekstra hati-hati menghindari kubangan air dan melewati jalur yang becek.
Terlebih bagi pengendara motor, yang lebih rawan untuk alami kecelakaan, atau bocor ban.
Salah satu pengendara motor asal Mundu Subandi mengungkapkan, sudah lebih dari dua kali dirinya mengalami bocor ban motor.
Bukan hanya karena paku atau material bahaya tak terlihat yang berada dalam kubangan air.
Melainkan, dikarenakan dalamnya lubang yang membuat ban harus terbentur keras dengan dasar kubangan.
“Sudah sering, apalagi selama musim hujan begini sudah 2 kali saya bocor ban entah karena lubang itu sendiri maupun karena material berbahaya yang terbawa aliran air hujan,” bebernya, Rabu (17/2).
Belum lagi, tambahnya, terdapat jalur yang harus terus menerus teraliri air dari sawah di sisi kanan bahu jalan. Sehingga, menyebabkan jalur yang rusak tergenang.
“Saya cukup kecewa. Karena, ini kan, jalur yang sering digunakan warga dalam beraktifitas. Sehingga, kalau rusak begini pasti akan sangat menghambat apalagi kalau bocor kaya saya. Belum lagi, sebelah sana tuh, air dari sawah yang banjir ngalir terus. Jadinya, kan jalannya tergenang air terus,” ungkap Subandi.
Masih di tempat yang sama, seorang pelaku tambal ban yang sudah dua tahun mangkal tepat di bahu jalan Lobunta Uus, menyampaikan, setidaknya 1 sampai 3 orang dalam seminggu alami kebocoran ban. Tentunya dengan berbagai kategori, yaitu mulai dari terkena paku, ban dalam sobek, dan tambalan bocor.
“Biasanya yang sering rusak itu, karena ban luarnya tipis. Kalau ga biasanya karena paku. Karena, jalananya rusak parah jadi ya banyak yang kena,” ucap Uus.
Bukan hanya itu, terkadang Uus juga membantu pengendara motor yang terjatuh di depan loket tambal bannya.
Baik, akibat kehilangan keseimbangan ataupun terpeleset saat hendak menghindari lubang.
Menurut pengakuannya, sepanjang 2020 lalu terdapat kurang lebih 3 orang yang terjatuh.
Itupun selama musim hujan yaitu kisaran bulan Desember. Sementara itu, untuk tahun 2021 ini belum ada selain kerusakan pada ban motor.
Masih kata Uus, bahkan ada juga mobil yang harus alami bocor ban akibat jalan rusak ini.
Dirinya menuturkan, untuk kendaraan roda empat yang bocor setidaknya dalam kurun satu bulan belakangan ini. Terdapat mobil yang alami bocor.
“Ada beberapa pas tahun kemarin, dan sepanjang tahun 2021 ini sih 1. Tapi, kalau mobil nggak semua kita layani. Hanya untuk ban tubless saja,” ujar Uus.
Melihat kondisi ini, menimbulkan keresahan dan emosi sendiri bagi warga yang sering melintas.
Bahkan berdasar pantauan FC, terdapat beberapa pengendara yang mengumpat sembari menyetir.
Harapan warga baik Subandi dan Uus, agar jalanan segera diperbaiki, disisi lain menghambat. Jalanan rusak yang tak kunjung diperbaiki akan bertambah parah. Kemudian, akan menyebakan kecelakaan dimasa yang akan datang. (Sarrah)












































































































Discussion about this post