KAB. CIREBON, (FC).- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon optimis persoalan sampah akan terpecahkan pada tahun 2023 yang akan datang. Pasalnya DPRD setempat sudah berbicara optimis terkait dengan penanganan sampah di wilayah Kabupaten Cirebon.
Kepada DLH Kabupaten Cirebon, Iwan Ridwan Hardiawan kepada wartawan mengungkapkan, DPRD sudah berbicara optimis terkait dengan penanganan sampah yang selama ini menjadi persoalan utama di Kabupaten Cirebon. Maka anggaran untuk pengadaan unit armada pengangkut sampah akan segera terealisasi.
“Maka secara kebijakan sudah disupport oleh DPRD selaku pihak yang memiliki kewenangan untuk proses budgeting. Artinya kita harus optimis, persoalan sampah dapat terpecahkan di tahun depan,” ungkapnya.
Terlebih lagi, pengadaan armada pengangkut sampah itu harus segera terealisasi, mengingat awal tahun 2023 TPA Kubangdeleg sudah mulai beroperasi. “Jadi kita sudah menyampaikan kebutuhan kepada DPRD untuk bisa menyelesaikan sampah,” bebernya.
Belum lagi ia menargetkan pada tahun 2023 permasalahan sampah sudah dapat terselesaikan secara optimal. Maka diharapkannya tidak ada lagi maraknya pembuangan sampah liar.
“Dengan adanya support prasarana dan sarana, jadi kami bisa mempersiapkan rencana besar ini untuk menyelesaikan persoalan sampah,” ucapnya.
Dipastikanya, akhir tahun ini akan ada penambahan armada pengangkut sampah untuk bisa lebih memasifkan pengangkutan sampah di 40 kecamatan.
“Sekarang armada pengangkut sampah cuma ada 39 dan idealnya satu kecamatan ada dua armada pengangkut sampah,” jelasnya.
Hal itu diinginkannya bisa dapat direalisasikan karena jumlah sampah yang dihasilkan oleh masyarakat Kabupaten Cirebon adalah sebanyak 1.200 ton per harinya.
“Dengan 39 armada, sampah belum semuanya terangkut. Apalagi hanya mengandalkan satu TPA yaitu Gunung Santri. Tapi dengan adanya penambahan dan aktifnya TPA Kubangdeleg, seklai lagi kita optimis tahun depan persoalan sampah dapat terpecahkan dan terselesaikan,” pungkasnya. (Ghofar)
















































































































Discussion about this post