KAB. CIREBON, (FC).- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cirebon menegaskan pembangunan infrastruktur tidak boleh lagi hanya berorientasi pada capaian fisik semata. Keberhasilan pembangunan, khususnya jalan, harus diukur dari sejauh mana manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.
Hal itu mengemuka dalam rapat pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati 2025 bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR), belum lama ini.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Raden Hasan Basori, menegaskan pendekatan pembangunan kini harus berbasis outcome atau dampak nyata, bukan sekadar jumlah proyek yang selesai dikerjakan.
“Bukan hanya berapa kilometer jalan dibangun, tapi berapa banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya. Itu yang harus jadi tolok ukur,” ujarnya.
Menurut Hasan, transparansi data pembangunan juga perlu diperkuat, mulai dari titik ruas jalan yang diperbaiki hingga bentuk penanganannya, agar publik dapat menilai efektivitas penggunaan anggaran.
Pada 2025, anggaran infrastruktur DPUTR tercatat sebesar Rp163 miliar dengan realisasi Rp160 miliar. Namun DPRD menilai anggaran tersebut belum cukup untuk menuntaskan persoalan jalan rusak di berbagai wilayah.
Karena itu, alokasi anggaran infrastruktur tahun 2026 dinaikkan menjadi sekitar Rp240 miliar guna mempercepat perbaikan jalan dan peningkatan kualitas infrastruktur.
Hasan menyebut kenaikan anggaran tersebut sejalan dengan semangat Hari Jadi ke-544 Kabupaten Cirebon, “Teteg lan Tutug”, yang menekankan penyelesaian persoalan pembangunan secara tuntas.
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon, Anton Maulana, menambahkan kualitas pembangunan harus menjadi perhatian utama agar hasil pekerjaan tidak cepat rusak.
“Jangan hanya fokus pada kuantitas. Kualitas pembangunan harus dijaga supaya tidak kembali jadi keluhan masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris DPUTR Kabupaten Cirebon, Tommy Hendrawan, menyatakan evaluasi dari DPRD menjadi bahan perbaikan untuk meningkatkan kinerja pembangunan ke depan.
Ia menyebut sejumlah ruas jalan yang telah dikerjakan pada 2025 di antaranya Sindanglaut–Pabuaran dan Waled–Gebang Ilir, sementara ruas lainnya akan dilanjutkan pada 2026. (Suhanan)















































































































Discussion about this post