KAB. CIREBON, (FC).- Pemerintahan Desa Curug Wetan, Kecamatan Susukanlebak, Kabupaten Cirebon hanya memiliki 3 hektare lahan titisara yang diandalkan menjadi Pendapatan Asli Desa (PADes), itupun nilai sewa lahannya hanya dikisaran Rp5 juta per hektar.
Maka, di bawah kepemimpinan Kuwu Anang Muhari akan mendongkrak PADes, yaitu memanfaatkan lahan yang ada di belakang balai desa untuk tempat produksi batu bata Curug yang akan dikelola BUMDes.
Kepada FC, Kuwu Anang menjelaskan, Desa Curug Wetan dikenal sejak lama dengan julukan desa produksi batu bata hingga saat ini, namun industri batu bata yang berjalan merupakan industri rumah tangga, dan masih berproduksi secara klasik turun temurun dari nenek moyang, kondisi tersebut membuat Pemdes terbesit untuk membangun tempat produksi batu bata yang semi modern yang akan dikelola oleh BUMDes dengan memanfaatkan lahan milik desa seluas sekitar 5.000 meter yang berada di belakang balai desa.
“Pemdes ingin ada pendapatan desa tambahan dengan membangun tempat produksi batu bata yang akan dikelola oleh BUMDes,” jelasnya, Selasa (30/8).
Menurut Anang, tercatat puluhan masyarakatnya menjadi pembuat batu bata yang tidak mengenal musim, pemasaran batu bata Curug sudah dikenal hingga wilayah 3 Cirebon, bahkan luar daerah.
Menurutnya produksi batu bata yang dilakukan secara manual atau cara klasik ingin dirubah cara melalui percontohan yang akan dilakukan BUMDes, tujuannya agar mampu meningkatkan jumlah produksi maupun kualitas dari hasil produksinya, sehingga memiliki daya saing dengan produksi batu bata Jatiwangi Majalengka.
“Baik batu bata Curug maupun batu bata Jatiwangi sama-sama sudah punya nama, namun karena produksinya lebih modern sehingga harga bisa lebih rendah dibandingkan batu bata Curug, maka ini yang akan coba lakukan di Desa Curug ini,” terangnya.
Lanjut menurut Anang, selain mencoba memproduksi batu bata semi modern, pihaknya juga berharap agar ke depan bagi masyarakatnya yang saat ini masih memproduksi batu bata bisa bekerjasama dengan BUMDes, pihaknya berkeinginan, BUMDes Curug Wetan akan menjadi suplaier utama untuk pemasaran batu bata Curug, yang diharapkan akan mampu mempermudah penjualan masyarakat yang menjadi produsen batu bata karena lebih dekat, sehingga bisa memotong anggaran pengeluaran ongkos angkutan, dan para produsen juga lebih giat memproduksi batu bata karena pemasaran yang mudah.
“Ke depannya kita ingin BUMDes akan menjadi pusat suplai batu bata Curug, tapi kita jalani dulu yang ada saat ini,” pungkasnya. (Nawawi)














































































































Discussion about this post