KAB.CIREBON, (FC),-Diduga depresi karena persoalan asmara, seorang pria asal Banyuasin, Sumatera Selatan nekat mengakhiri hidupnya dengan melompat dari ketinggian atap masjid Agung Sumber, Kabupaten Cirebon.
Peristiwa itu sontak membuat geger jamaah masjid yang sedang melakukan kegiatan hadroh, Senin malam (2/6) sekitar pukul 19.30 WIb.
Berdasarkan data yang berhasil dihimpun FC, korban ditemukan di area luar sebelah kanan pengimaman masjid. Korban diduga bunuh diri dengan cara melompat dari atap.
Ketua DKM Masjid Agung Sumber, Mushofa saat dikonfirmasi membenarkan. Namun dirinya mengaku tidak mengetahui persis peristiwa tersebut.
“Kalau dari laporan yang saya terima insiden itu terjadi lepas sholat isya. Korban bernama, Nursyafi’i, warga Banyu Asin Sumatra Selatan itu sempat nangis tersedu-sedu dan berlari – lari dari kantor kejaksaan menuju masjid. Diduga, korban nekad bunuh diri lantaran depresi” kata Mushofa, Selasa (3/6).
Saat memasuki masjid, lanjut Mushsofa, korban pun sempat diminta keluar oleh jamaah dan satpam karena merasa tidak ada yang mengenali.
Namun saat itu korban tetap berada di masjid, dan rupanya menaiki tangga sebelah selatan.
“Pengurus masjid yang melintas di sekitar masjid depan pengimaman tiba-tiba menemukan korban dalam keadaan sudah terkapar di tanah. korban pun langsung di indentifikasi oleh tim Inafis Polresta Cirebon, Jadi kemungkinan besar korban itu bunuh diri diduga depresi,”paparnya
Selanjutnya, korban dilarikan ke RSD Gunung Jati untuk dilakukan otopsi.
“Kita enggak kenal korban. Kelihatannya orang baru. Ternyata benar, hasil indentifikasi korban merupakan orang Sumatra Selatan korban diketahui bernama Nursyafi’i warga Banyuasin, Bahkan berdasarkan informasi, korban hendak menikah dengan orang Sulawesi” ujarnya
Sementara itu, Kapolsek Sumber AKP Afandi membenarkan adanya peristiwa bunuh diri tersebut.
Ia mengetahui kejadian itu setelah ada laporan dari pihak pengurus masjid sekitar pukul 20.30 WIB.
“Kalau kejadian dugaan bunuh diri benar ada di Masjid Agung Sumber, dalam tubuh korban tidak ditemukan identitas yang menempel seperti KTP dan lain sebagainya.Hanya ada tas kecil dan ponsel namun setelah di cek melalui sidik jari keluar data alamat Sumatra Selatan,” ucapnya.
Afandi mengungkapkan, sebelumya korban berada di Jakarta. Kemudian menghubungi rekannya yang di Cirebon. Singkat cerita, korban curhat persoalan asmara.
“Korban datang ke Cirebon sehari sebelum peristiwa itu terjadi. Selanjutnya, sempat meminta ijin sama pengurus masjid untuk berada di sekitar masjid. Saat akan diberi minum oleh pengurus masjid, korban menghilang. Tidak lama baru ramai ada orang yang bunuh diri, ternyata korban yang tadi minta ijin kepada pengurus masjid,” pungkasnya. (Johan)












































































































Discussion about this post