KUNINGAN, (FC).- Dugaan pelanggaran di dalam Lapas Kelas IIA Kuningan mencuat setelah beredarnya surat pemberitahuan aksi dari Perhimpunan Mahasiswa Nusantara (PMN) Kuningan.
Namun, rencana aksi demonstrasi yang dijadwalkan berlangsung Jumat siang (20/2) tersebut dipastikan tidak jadi digelar.
Surat bernomor 69 B/PMN-JB/II/2026 itu ditujukan kepada Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan.
Dalam surat tersebut, PMN menyampaikan rencana aksi dengan estimasi massa sekitar 100 orang, dilengkapi mobil komando, pengeras suara, dan spanduk.
Aksi tersebut dipicu hasil razia kamar hunian pada Senin, 2 Februari 2026, yang disebut menemukan sejumlah barang terlarang seperti sendok besi, korek api gas, gunting kecil, cutter, sabuk, pecahan kaca, tambang kecil, pisau rakitan, jarum jahit, charger handphone, headset, serta kabel listrik.
Dalam poin sikapnya, PMN menduga masih adanya pelanggaran yang dilakukan narapidana maupun oknum petugas lapas.
Mereka juga menyoroti dugaan penggunaan alat elektronik di dalam lapas yang dinilai berpotensi membuka ruang komunikasi ilegal, bahkan memunculkan dugaan transaksi narkoba.
Surat pemberitahuan aksi tersebut turut ditembuskan ke Polres Kuningan sebagai bentuk koordinasi pengamanan.
Namun saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Jumat (20/2), Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan Sukarno Ali melalui Kasubsi Bimkemaswat/Humas Muhammad Fahdanu Latif, memastikan aksi tersebut tidak terlaksana.
“Waalaikumsalam, enggak ada kang. Kami dari Lapas telah melakukan koordinasi dengan pihak Kepolisian Kabupaten Kuningan terkait rencana aksi unjuk rasa serta langkah-langkah pengamanan yang diperlukan. Namun, hingga saat ini aksi unjuk rasa tersebut tidak dilaksanakan,” ujarnya.
Pihak lapas menegaskan bahwa pembenahan internal terus dilakukan sebagai tindak lanjut atas temuan razia dan berbagai tuntutan yang disampaikan.
“Kami senantiasa melakukan pembenahan dan saat ini sedang dalam proses pembersihan sebagai tindak lanjut atas tuntutan yang disampaikan,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di sekitar Lapas Kelas IIA Kuningan terpantau kondusif dan aktivitas berjalan normal. Belum ada keterangan lanjutan dari pihak PMN terkait alasan batalnya aksi tersebut.(Angga)











































































































Discussion about this post