KOTA CIREBON, (FC) – Dampak Ekonomi akibat pandemi virus corona bukan hanya berimbas kepada sektor industri dan perdagangan saja, dari sektor pendapatan pajak kendaraan bermotor pun mengalami penurunan.
Sejak ditutup sementara pada 24 Maret 2020 yang lalu kemudian buka kembali pada 30 Maret 2020, pendapatan pajak perbulan Maret turun dibandingkan Bulan Maret 2019 kemarin.
Seperti yang tercatat di Kantor P3D Samsat Kota Cirebon, sampai akhir Maret 2020 pendapatan pajak baru mencapai 19,37 persen. Hal itu justru berbeda dengan pendapatan pajak pada akhir Maret 2019 dengan capaian lebih dari 20 persen.
Kepala Seksi Pendataan dan Penetapan P3D Samsat Kota Cirebon Nanang mengatakan, jika melihat perbandingan pada tahun lalu jelas ada penurunan. Padahal saat baru dibuka kembali pasca ditutup sementara, justru jumlah Wajib Pajak yang membayar pajak tidak mengalami kenaikan.
“Padahal kita tutup itu biasanya begitu buka langsung banyak WP (Wajib Pajak) yang datang, tapi sekarang malah menurun, cuma 0,04 persen,” ujarnya kepada FC saat ditemui di Kantor Samsat Kota Cirebon, Kamis (2/4).
Masih dikatakan Nanang Sulaiman, progres pendapatan perhari sebelum ada wabah virus corona bisa mencapai 0,20 persen. Namun saat ini menurun jauh dari pendapatan per hari pada bulan Januari hingga awal Maret 2020.
“Kita juga tidak tahu faktor apa yang menyebabkan ini, tapi kalau dugaan saya sih masyarakat masih menahan diri untuk membayar pajak karena dibutuhkan untuk biaya sehari hari selama tidak diperbolehkan keluar rumah,” tuturnya.
Ia juga menambahkan, akibat adanya pandemic virus corona seluruh kegiatan yang sifatnya diluar dihentikan. Samsat Keliling dan juga Outlet Pajak salah satu yang ditutup sementara.
Sosialisasi program pajak pun untuk saat ini dihentikan sementara sampai dengan waktu yang tidak ditentukan.
“Sosialisasi juga kita hentikan yang di Lima Kecamatan. Padahal baru dua kecamatan yang kita kunjungi. Begitu juga dengan outlet dan Samling (Samsat keliling). Kita juga tidak mau ambil resiko kalau itu tidak kita hentikan,” katanya.
Namun dirinya bersyukur, sampai saat ini pendapatan Samsat Kota Cirebon masih berada pada urutan 3 besar Se-Jawa Barat. Dengan program Triple Untung, Nanang masih optimis target Rp46 miliyar pada tahun 2020 ini bisa tercapai. (Muslimin)











































































































Discussion about this post