KAB. CIREBON, (FC).- Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cirebon sangat mendorong wilayah Kecamatan Talun lebih meningkat lagi.
Hal tersebut diungkapkan Kadisbudpar Kabupaten Cirebon, Denny Nurcahya.
Menurutnya, di Kecamatan Talun terdapat beberapa wisata kuliner, dan wisata kuliner itu masuk ke dalam ekonomi kreatif.
“Tentu kita akan mendorong kegiatan tersebut agar wisata khususnya di Kecamatan Talun lebih meningkat lagi,” ungkap Denny di kantornya, Senin (6/12).
Ditambahkan Denny, di situ (kecamatan Talun,-red) juga terdapat situs wisata religi.
Bahkan pihaknya juga akan dorong kawasan Talun ini sebagai wisata berbasis budaya, sehingga akan meningkatkan taraf ekonomi masyarakat.
“Ya untuk infrastruktur di wilayah Kecamatan Talun memang harus diperbesar dan diperlebar, karena memang tempat wisata itu pasti membutuhkan lahan parkir. Kalau misalkan parkirnya susah, mereka yang akan berhenti juga terhambat, paling lewat saja. Tapi kalau parkirnya baik dan memadai pasti akan tertatik untuk berhenti,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Mohamad Luthfi mendukung Kecamatan Talun menjadi kawasan ekonomi khusus pariwisata di daerah ini.
“Kecamatan Talun ini harus didorong oleh Pemkab menjadi kawasan ekonomi khusus pariwasata di Kabupaten Cirebon,” kata Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, H Mohamad Luthfi.
Karena, kata dia, wilayah Kecamatan Talun dengan semua potensi dan rencana besar yang sudah disusun, sangat menjual serta layak untuk diberdayakan oleh Pemkab Cirebon.
Adapun bentuk penguatannya, pertama dari sisi regulasi harus berpihak pada pengembangan pariwisata di Kecamatan Talun.
“Jalan Kedawung-Warung Asem, Soekarno-Hatta dan Cakrabuana harus ditingkatkan, karena sebagai akses masuk utama masyarakat dan wisatawan masuk ke Talun,” katanya.
Kedua, lanjut dia, revitalisasi destinasi yang pertama menyiapkan jalan Soekarno-Hatta sebagai poros atau jalan utama wisata di Talun.
Tetapi harus memastikan dari pihak Kecamatan Talun konsepnya matang dulu dan Pemkab harus menyinkronkannya.
“Kemudian, terkait dengan wisata religi Makam Mbah Kuwu Sangkan juga sangat menjual. Tetapi kalau aksesibilitasnya tidak baik, tentu tidak akan mendukung untuk berkembang,” katanya.
Selanjutnya, soal Rencana Induk Pariwisata Daerah (Ripda) Kabupaten Cirebon menurut Luthfi, dari semua kawasan yang layak untuk didorong baik di kelas Jabar maupun nasional hanya beberapa saja.
Tetapi yang beberapa itu harus dikelola dengan baik. Seperti Trusmi dan Makam Gunungjati. Harus ada akses jalan yang tembus untuk kedua wisata ini. (Ghofar)














































































































Discussion about this post