MAJALENGKA, (FC).- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Majalengka mencatat 13 kejadian bencana di Kabupaten Majalengka selama Juli 2023. Penata Penanggulangan Bencana Ahli Muda BPBD Majalengka, Rezza Permana, mengatakan, bencana sepanjang Juli 2023 itu didominasi kebakaran lahan dan kekeringan.
Sebab, menurut dia, 11 dari 13 kejadian yang terjadi pada bulan lalu merupakan kebakaran lahan dan kekeringan yang identik di musim kemarau seperti sekarang.
“11 bencana ini rata-rata kebakaran lahan di wilayah Kabupaten Majalengka,” kata Rezza Permana saat ditemui di BPBD Majalengka, Jalan Gerakan Pramuka, Kecamatan/Kabupaten Majalengka, Selasa/8/8).
Ia mengatakan, faktor utama yang menyebabkan kebakaran tersebut dipengaruhi cuaca ekstrem dan angin kencang pada masa musim kemarau.
Selain itu, pihaknya juga mencatat satu bencana kekeringan di wilayah Kecamatan Panyingkiran, Kabupaten Majalengka, pada Juli lalu.
“Dalam penanggulangan bencana ini kami juga berkoordinasi dengan TNI, Polri, PMI, pemadam kebakaran, dan unsur instansi yang lainnya,” ujar Rezza Permana.
Rezza menyampaikan, berdasarkan kajian risiko bencana pada musim kemarau tahun ini, luasan lahan dan hutan yang rawan kebakaran mencapai 98 ribu hektare. Puluhan ribu hektare lahan dan hutan yang rawan kebakaran tersebut tersebar di sejumlah kecamatan se-Kabupaten Majalengka.
Di antaranya, Kecamatan Jatitujuh, Kecamatan Maja, Kecamatan Argapura, Kecamatan Sindangwangi, dan lainnya.
“Untuk antisipasinya, kami menyiagakan pompa air di sejumlah titik lahan dan hutan yang rawan kebakaran, serta sulit dijangkau kendaraan pemadam kebakaran,” kata Rezza Permana. (Munadi)











































































































Discussion about this post