KAB.CIREBON, (FC).- Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) khususnya Bidang Bina Marga akan mengevaluasi proses pengajuan lelang semua kegiatan fisik di bidangnya. Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Bina Marga, Iwan Santoso, Kamis (10/7).
“Sebenarnya semua kegiatan kita usahakan di awal tahun ya. Mungkin tambah banyak pelajaran, sebelum-sebelummya kita agak keteteran dipersiapan pengadaan. Mungkin ke depan akan kita perbaiki, biar di awal tahun kita sudah bisa melaksanakan kegiatan ataupun pengadaannya,” ujar Iwan di kantornya.
Saat ditanya apa kendala yang dihadapinya, Iwan menyatakan, banyak kendala, mulai dari sisi administrasi, persiapan proses menuju pengadaan dan lainnya. “Banyak kendala yang kita temui. Dari tahun ke tahun kita sikapi kendalanya satu persatu. Mudahan di tahun-tahun depan dan seterusnya akan lebih cepat memulai kegiatan fisiknya,” katanya.
Lebih lanjut disampaikan Iwan, pihaknya ingin semua kegiatan fisik yang ada di bidang nya bisa dilakukan awal tahun atau lelang dini. Bahkan, tahun lalu juga pernah ia lakukan untuk proses lelang dini, namun lagi-lagi terganjal karena kendala.
“Tahun kemarin juga kita sudah mulai berproses untuk lelang dini, tapi ada saja kendala, sehingga enggak bisa dilaksanakan lelang. Mungkin tahun depan bisa, kita sudah ada pengalaman dan sudah tahu kendalanya, mudahan-mudahan kita juga bisa memulai lelang dini di tahun depan,” kata Iwan.
“Kalau lelang dini itu biasanya setelah penetapan DPA. Setelah penetapan KUA-PPAS, ya sekitar bulan November-Desember kita bisa melaksanakan lelang. Nanti SPK nya setelah penetapan DPA. Kalau DPA 2026 di awal tahun berarti di Januari bisa dilaksanakan, kalau lelang dininya berjalan dengan lancar,” tambahnya.
Ia juga meminta kepada masyarakat Kabupaten Cirebon agar bersabar, karena semua ada prosesnya. Semisal yang sudah dijanjikan oleh Bupati Imron untuk peningkatan jalan Gebangilir-Waled, Sindanglaut-Pabuaran maupun jalan Kalipasung-Serang.
“Di tiga ruas jalan itu semula masuk ke DAK, tapi di tengah jalan DAK dicoret dari pemerintah pusat. Tapi, sudah dianggarkan di ABT 2025. Proses lelang Juli. Insya Allah akhir Agustus dikerjakan,” tandasnya.
Menurutnya, setiap tahun ada target yang tercantum di rencana strategis (Renstra) dinasnya. Biasanya, target renstra itu menjadi acuan tahun itu disesuaikan dengan anggaran yang ia dapatkan. “Dengan adanya bagi hasil dari pajak kendaraan bermotor, mudahan-mudahan anggaran di bidang peningkatan rekonstruksi jalan meningkat. Sehingga tahun ke depan anggaran kita lebih banyak,” pungkasnya. (Ghofar)













































































































Discussion about this post