LEMAHWUNGKUK, (FC).- Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Cirebon akan terus memantau perkembangan perekonomian terkini di wilayah Ciayumajakuning, termasuk akan melakukan survei liaison guna mengetahui dampak Covid-19 terhadap kegiatan dunia usaha di wilayah kerja BI Cirebon.
Kepala BI Cirebon, Bakti Artanta mengatakan, selain Survey Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) yang rutin dilakukan tiap triwulan, pihaknya akan melakukan survey liaison (pengumpulan informasi) kepada responden dari kelompok konsumen dan perusahaan.
Seperti yang biasa dilakukan BI, survey liason dilakukan dengan metode interview meliputi kondisi perekonomian, kondisi usaha, dan lapangan kerja.
“Kalau SKDU kan kita sudah rutin laksanakan. Untuk mengetahui posisi yang sekarang, kita akan lakukan survei dengan model liaison. Itu akan kita lakukan, karena mau tidak mau kita terus monitor perkembangannya dunia usaha di wilayah Ciayumajakuning,” kata Bakti.
Disisi lain, pihaknya juga akan memperkuat koordinasi dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).
Bakti mengatakan, pihaknya akan segera melakukan rapat koordinasi dengan TPID guna menjaga inflasi daerah.
Bakti juga mengingatkan warga untuk tidak melakukan aksi borong komoditas.
“Jangan memborong komoditas supaya inflasi tidak naik, supaya masyarakat terlayani semuanya. Sebenarnya pemerintah yakin dan siap bahwa pasokan itu aman. Jadi gak ada isu untuk memborong, gak ada isu untuk menimbun. Semuanya aman,” kata Bakti kepada wartawan usai kegiatan acara puncak Pekan QRIS Nasional di Grage City Mall, Minggu (15/3).(Andriyana)











































































































Discussion about this post