“Termasuk komiditas pedagang lainnya. Dari omset normal Rp17.625.000 turun menjadi Rp1.520.000 perminggu di masa pandemi Covid-19 ini,” ungkap Fery.
Bahkan, lanjut dia, ada yang omset perminggunya dulu bisa Rp2.100.000, kini hanya mengantongi Rp100 ribu perminggu untuk jenis UMKM olahan makanan. “Miris, melihat kondisi demikian. Tapi, kami tak bisa berbuat banyak. Ini contoh dari 365 UMKM yang melaporkan keuangannya kepada kami,” katanya.
Bahkan, lanjut dia, ada yang nol tanpa pendapatan sama sekali setelah Covid-19 masuk ke sendi-sendi ekonomi. Sedikitnya ada 59 jenis UMKM yang tanpa penghasilan.
Menurutnya, Covid-19 memang mengguncang semua sektor ekonomi. Bahkan, sebagai perhatian pihaknya mencoba mengusulkan 365 UMKM terdampak itu mendapat bantuan langsung dari pemerintah daerah.
“Kita sudah serahkan datanya ke dinas sosial. Tapi enggak tahu diproses atau tidak. Dengan kondisi demikian, pemerintah daerah sudah mengambil kebijakan baru yakni, gerakan masyarakat peduli UMKM Cirebon,” katanya.











































































































Discussion about this post