KOTA CIREBON, (FC).- Lebih dari tiga tahun, gedung Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Cirebon ambruk dan sampai sekarang belum diperbaiki secara keseluruhan. Jumlah ideal armada Damkar pun belum terpenuhi.
Atas hal itu, Komisi I DPRD Kota Cirebon mengunjungi kantor Damkar Kota Cirebon. Kunjungan itu untuk membahas eksisting program tahun 2021.
Sekretaris Komisi I Tunggal Dewananto kepada FC, Rabu (16/6) mengaku prihatin melihat kondisi bangunan dan ketersediaan armada pemadam kebakaran. Meski ada tambahan satu armada, masih dinilainya kurang untuk kebutuhan di wilayah Kota Cirebon.
“Damkar kita perlu banyak perhatian. Dari sisi anggaran, guna mendukung kinerja. Disisi lain, kondisi keuangan kita juga belum pulih karena pandemi Covid-19,” jelas pria yang akrab disapa Dewa ini.
Karena hal tersebut, bisa dilihat sendiri, lanjut Dewa, gedung atau bangunan yang sempat ambruk belum bisa dibangun kembali. Bangunan untuk operasional bagian administrasi, harus pindah sementara di mes anggota pemadam kebakaran.
Perihal program kerja, Dewa meminta agar mengkaji kebutuhan petugas damkar dengan gaji yang diterima. Dia juga mengingatkan agar ada kajian potensi bencana kebakaran di Kota Cirebon. Karena jumlah gedung tinggi mulai meningkat.
Baca Juga: Miris! Kota Cirebon Hanya Dibackup Dua Unit Damkar
“Potensi bencana kebakaran gedung-gedung di kota Cirebon harus dikaji. Selama ini paling maksimal tingginya 25 meter. Masih bisa dicover, tapi perlu juga lebih dari itu,” kata dia.
Anggota Komisi I, R Endah Arisyanasakanti menilai, kondisi armada pemadam kebakaran perlu banyak perhatian agar saat bertugas bisa berjalan maksimal “Armada pemadam kebakaran harus diperhatikan. Kasian apabila kendaraan terbatas kinerja pun tidak maksimal,” jelas dia.
Sementara itu, Kepala Dinas Damkar Kota Cirebon Adam Nuridin mengakui, perihal gedung dan kendaraan menjadi prioritas. Sudah usul ke Pemkot Cirebon untuk pindah, tapi belum ada yang representatif.
“Awalnya minta pindah ke komplek perkantoran Stadion Madya Cirebon, tidak bisa. Diberikan di gedung Balaikota Cirebon terlalu jauh dengan tim petugas Damkar,” jelasnya.
Adam membeberkan, kondisi armada saat ini yang masih layak hanya tiga unit. Dua unit berkapasitas 3.000 liter dan satu unit lagi berkapasitas 4.000 liter, itupun bertugas suplai air.
“Selebihnya sebanyak tiga unit rusak, karena usia kendaraan sudah 15-20 tahun. Memang ada perbaikan, tapi sebulan rusak lagi. Terutama bagian mesin dan tangki yang tak lama lagi jebol,” ucapnya.
Dikatakannya, untuk membeli satu unit armada pemadam kebakaran dengan kapasitas 3.000 liter harganya mencapai Rp1,3 miliar. Harga tersebut sulit untuk dianggarkan di APBD di masa pandemi Covid-19. (Agus)












































































































Discussion about this post