KOTA CIREBON, (FC).- Setidaknya sudah dua hari ini tempat keramaian dan perbatasan wilayah Kota Cirebon, dilakukan pengetatan protokol kesehatan.
Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) gabungan tim dari Satpol PP Provinsi Jawa Barat, Polres Cirebon Kota, Kodim 0614 Kota Cirebon, dan dari unsur Forkompinda.
Wakil Walikota Cirebon Eti Herawati menyampaikan kepada FC, Minggu (30/5), saat ini Kota Cirebon masuk dalam zona risiko tinggi atau zona merah kasus Covid-19, sehingga pengetatan protokol kesehatan menjadi jalan satu-satunya agar kondisi ini tidak bertahan lama.
Dikatakan Eti, KRYD ini akan dilakukan sampai akhir bulan. Menyasar pada berbagai tutuk keramaian dan gerbang perbatasan, baik siang maupun malam hari.
“Semoga upaya ini semakin meminimalisir penyebaran Covid-19 dan pada pekan depan, zona Kota Cirebon sudah berubah lebih baik, bukan lagi zona merah lagi,” imbuhnya.
Sementara itu, Sekda Agus Mulyadi yang ikut memonitor pelaksanaan pengetatan di Kawasan Stadion Bima mengatakan, ada dua orang yang setelah dilakukan rapid antigen ternyata reaktif Covid-19.
“Ada dua yang reaktif, di perbatasan dekat Gedung Negara Krucuk dan satu lagi di Kramat. Kemudian tindak lanjutnya hasil testing dan tracing keluarganya dipanggil untuk rapid antigen dan swab PCR. Bila hasilnya positif akan langsung diisolasi,” ungkapnya.
Pengetatan ini akan berlanjut Hari Senin, dimana telah disiapkan sejumlah pos PPKM. Untuk melakukan rapid antigen kepada masyarakat yang ada disekitar keramaian maupun yang lewat.
“Rapid antigen ini guna antisipasi penyebaran Covid-19. Namun masyarakat malah antusias ingin dites. Karena dalam kegiatan ini tidak dipungut biaya, bila di laboratorium kan bayar,” ucapnya.
Pria yang akrab disapa Gusmul menyebutkan, Satpol PP Provinsi Jabar telah menyiapkan 600 rapid antigen. Terakhir, telah dipergunakan 180, dengan hasil dua orang reaktif.
“Pada Jumat kemarin, daru satgas penanganan Covid-19 Kota Cirebon, sebelumnya penambahan kasus ada 14 menurun menjadi hanya 9. Ketersediaan tempat tidur isolasi masih dibawah 30 persen,” tutupnya. (Agus)












































































































Discussion about this post