KUNINGAN, (FC).- Membangun peradaban manusia tidak bisa dilakukan oleh satu elemen. Dalam teori perubahan ada istilah ‘”Pentahelix” , “Penta” adalah Lima dan “Helix” adalah Jalinan, yang melibatkan Pemerintah, Masyarakat atau Komunitas, Akademisi, Pengusaha, dan Media bersatu membangun kebersamaan dalam pembangunan.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Komunikasi Informatika Kuningan Wahyu Hidayah saat membuka Seminar Jurnalis Badan Eksekutif Mahasiswa dan Persma Stikes Kuningan dengan tema “Peranan Jurnalis Dalam Peluang Usaha di Masa Adaptasi Kebiasaan Baru” di Cafe Parabox Kuningan, Sabtu (26/12)
Disebutkan Wahyu, Pers adalah kekuatan pilar keempat yang dapat membangun bangsa dan menyuarakan kepentingan rakyat. Dan peran pers juga sangat berpengaruh besar terhadap perkembangan pembangunan, khususnya di Kabupaten Kuningan, terutama perannya dalam membangun bangsa melalui pemberitaan atau informasi pembangunan yang bersinergi dengan pemerintah.
Keberadaan Pers atau Jurnalis, sangat dibutuhkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sebagai kontrol sosial di masyarakat seta dilingkungan kampus. Persma harus menjadi wadah bagi para mahasiswa/mahasiswi yang menggeluti dunia kewartawanan serta yang perlu ditunjang dengan kemampuan jurnalistik yang kompeten, dan taat pada kode etik jurnalistik sebagai pedomannya.
“Peran media massa sangat berpengaruh dalam memberikan edukasi bagi masyarakat karena media sebagai sumber informasi yang aktual diharapkan bisa membangun opini masyarakat untuk tetap menjaga jarak dalam bersosialisasi,” kata Wahyu.
Selain itu, lanjut Wahyu, media mampu menangkap peluang usaha, karena media merupakan cara yang mudah untuk mencari tahu lebih banyak pelanggan.
Media membantu pencarian target konsumen dengan lebih efektif serta mencari konsumen baru dan memperluas jangkauan pasar yang memudahkan feedback secara langsung, mengembangkan target pasar sehingga selangkah lebih maju dari kompetitor, serta dapat memberikan serta dapat meningkatkan brand awareness sekaligus promosi.
“Media juga sebagai agen perubahan untuk mensosialisasikan kebiasaan baru bagi masyarakat sehingga masyarakat membiasakan diri meskipun awalnya awam hal ini harus terus menerus disuarakan oleh media.
Selain itu, jurnalis sebagai pekerja profesional harus pula turut menyadarkan sikap sebagian masyarakat yang masih terkesan kurang peduli dengan situasi pandemi COVID-19,” jelas Wahyu.
Dengan kegiatan seminar jurnalis ini, Wahyu mengaku sangat tepat dilakukan karena sebagai ajang untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan mahasiswa/mahasiswi dalam menjalankan tugas kewartawanan kampus.
“Saya berharap dengan seminar ini dapat memberikan pengetahuan tentang jurnalistik sehingga dapat terwujudnya pers yang profesional, bermartabat serta dapat memenuhi hak publik memperoleh informasi yang sehat, tepat, akurat dan benar,” kata Wahyu.
Dengan memiliki kemampuan dibidang jurnalistik, lanjut Wahyu diharapkan pers mahasiswa dapat mengambil peran dalam pembangunan dengan menyuguhkan dan menyajikan informasi yang cerdas, berisi dan mendidik dalam menyongsong revolusi industri 4.0 dan era milenial.
Karena mengingat dunia jurnalistik merupakan salah satu sarana diseminasi informasi, baik dari pemerintah ke masyarakat maupun sebaliknya di era transformasi media saat ini.
Konidisi pandemi covid-19 ini juga membawa efek domino seperti meningkatnya jumlah pengangguran dan penurunan kualitas hidup masyarakat.
Sehingga pemerintah mengeluarkan dana dari anggaran negara untuk menyediakan stimulus dalam rangka menopang berbagai sektor.
Selain itu, Wahyu menyampaikan, Jurnalis juga sebagai mitra strategis pemerintah dalam penyampaian informasi, harus turut berperan untuk menyadarkan masyarakat dalam adaptasi kebiasaan baru sehingga dapat bangkit dari keterpurukan ekonomi.
“Saya tentu berharap kita semua berperan dalam mewujudkan visi Kabupaten Kuningan termasuk peran media dalam memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat, demi Kabupaten Kuningan yang lebih baik dimasa yang akan datang,” pungkasnya. (Ali)
















































































































Discussion about this post