MAJALENGKA, (FC).- Kebijakan Pemerintah Desa Lojikobong Kecamatan Sumberjaya Kabupaten Majalengka, yang mengelola sisa limbah dari salah satu pabrik yang ada di desanya patut dispreasi.
Pasalnya keuntungan dari pengelolaan sisa limbah tersebut hasilnya dibagikan kepada masyarakat yang tersebar di 30 RT.
Pembagian berupa beras sebanyak 5 ton tersebut rutin diberikan oleh Pemdes Lojikobong di setiap akhir tahun dan menjelang hari raya Idul Fitri kepada 2.000 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di tujuh blok atau di 30 RT yang ada di Desa Lojikobong.
Pembagian beras ditambah masker tersebut melibatkan semua unsur lembaga desa yang ada, seperti Pamong Desa, Karang Taruna, PKK, serta para Ketua RT.
Seperti nampak pada sabtu (26/12), dimana Kades Lojikobong Eman di bantu Perangkat Desa serta Karang Taruna RT dan RW dengan penuh iklas membagikan beras dan masker kepada masyarakat secara dor too dor atau langsung dari pintu ke pintu.
Kades Eman kepada awak media mengatakan, pembagian beras ini adalah kegiatan rutin dilakukan Pemdes Lojikobong setiap menjelang akhir tahun atau menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Tujuan utamanya yakni disamping menjalin kebersamaan juga saling berbagi. Pembagian beras ini untuk ke empat kalinya semenjak dikelolanya limbah pabrik oleh pemdes.
Masih di katakannya, dana untuk pengadaan beras dan masker kain yang selama ini dilakukan adalah diambil dari hasil keuntungan pengelolaan limbah pabrik.
“Jadi limbah dari salah satu pabrik garmen yang ada di Desa Lojikobong dikelola oleh pemdes, hasilnya selain untuk keperluan operasional pemdes juga dibagikan kepada masyarakat berbentuk beras dan masker,” kata Kades Eman.
Pembagian sebelumnya kata Eman biasanya hanya beras saja sebanyak 2,5kg per KK, namun berhubung saat ini masa pandemi, maka pihaknya juga membagikan masker kain, per KK di berikan 4 buah masker kain.
“Untuk saat ini, disamping membagikan beras, pemdes juga membagikan masker kain. Hal ini untuk memutus matarantai penyebaran covid 19,” ucapnya.
Dalam membagikan beras dan masker, masyarakat dilarang mendatangi kantor desa atau rumah RT, hal ini untuk menghindari kerumunan.
Maklum saat ini penyebaran covid 19 belum juga mereda, sehingga para petugas lah yang mendatangi masyarakat secara dor too dor.
“Ya masyarakat di himbau untuk di rumah saja, jangan mendatangi kantor desa atau rumah para Ketua RT, hal ini agar tidak terjadi kerumunan,” pungkas Eman.
Di akhir obrolannya, Kades Eman mohon kepada masyarakat jangan melihat banyak atau sedikitnya beras yang diterima, namun melihat kebijakan yang diambil Pemdes Lojikobong ini sebagai bentuk kepeduliannya kepada masyarakat.
Di tempat yang sama, tokoh masyarakat Desa Lojikobong, Komar menyambut baik kebijakan yang diambil Pemdesnya, karena pengelolaan limbah dari pabrik garmen yang ada di Desa Lojikobong ini hasilnya benar benar dirasakan oleh masyarakat.
“Alhamdulillah, masyarakat merasa terbantu dengan adanya pembagian beras dan masker kain ini,” ujar Komar singkat. (Munadi)
















































































































Discussion about this post