Lepas Kontingen Porprov XV Jabar 2026, Majalengka Bidik 10 Besar di Tengah Keterbatasan Anggaran
MAJALENGKA, (FC).- Bupati Majalengka, Eman Suherman, secara resmi melepas kontingen Kabupaten Majalengka yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat Tahun 2026 di Bekasi.
Meski menghadapi keterbatasan anggaran, kontingen Majalengka tetap diberangkatkan dengan target menembus 10 besar klasemen akhir.
Pelepasan kontingen berlangsung di Lapangan Tenis Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Majalengka, Senin (26/10). Sebanyak kurang lebih 340 orang yang terdiri atas atlet, pelatih, dan ofisial akan mewakili Kabupaten Majalengka dalam ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.
Kontingen Majalengka akan mengikuti pertandingan pada 32 cabang olahraga (cabor). Keikutsertaan seluruh cabor menjadi bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Majalengka bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) untuk memberikan kesempatan kepada para atlet berkompetisi dan mengharumkan nama daerah.
Dalam sambutannya, Bupati Eman Suherman menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet, pelatih, ofisial, serta jajaran KONI yang telah mempersiapkan diri menghadapi Porprov XV Jawa Barat 2026.
Menurutnya, partisipasi Majalengka dalam ajang tersebut merupakan upaya menjaga keberlangsungan pembinaan olahraga daerah, meskipun pemerintah daerah tengah menghadapi tantangan efisiensi anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).
“Alhamdulillah, hari ini kita memberangkatkan kontingen Porprov XV Tahun 2026 yang bertanding di Bekasi. Berdasarkan laporan Ketua KONI, ada 32 cabor dengan total partisipasi mendekati 340 orang. Ini adalah bagian dari partisipasi kita, mengingat ada beberapa kabupaten lain yang tidak ikut serta karena kondisi fiskal APBD,” ujar Eman.
Ia menegaskan, keterbatasan anggaran tidak boleh menghilangkan kesempatan atlet untuk bertanding. Karena itu, Pemkab Majalengka berupaya agar seluruh cabang olahraga yang telah dipersiapkan tetap dapat mengikuti kompetisi.
Bupati juga mengingatkan para atlet agar menjadikan keterbatasan sebagai motivasi untuk menunjukkan kemampuan terbaik. Ia menilai, pencapaian prestasi tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi juga oleh semangat, kerja keras, kedisiplinan, dan kesungguhan dalam berlatih.
“Kalau anggaran maksimal, hasilnya maksimal, itu sudah biasa. Tapi yang hebat ketika anggaran terbatas, namun hasilnya maksimal. Itu baru luar biasa,” tegasnya.
Eman berharap, keikutsertaan pada Porprov kali ini dapat memperbaiki capaian Majalengka dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Jika sebelumnya berada di kelompok tiga terbawah, kini kontingen Majalengka ditargetkan mampu menembus 10 besar.
Terkait penghargaan bagi atlet yang berhasil meraih prestasi, Bupati menyebutkan bahwa pemerintah daerah akan memperhitungkan dan menyiapkan skema bonus atau penghargaan sebagaimana pelaksanaan pada tahun-tahun sebelumnya.
“Untuk bonus atau reward bagi yang berprestasi, tentu sedang kita hitung dan siapkan sebagaimana tahun-tahun sebelumnya,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua KONI Kabupaten Majalengka, Lala Sunara menyampaikan optimisme terhadap peluang kontingen dalam meraih medali pada Porprov XV Jawa Barat 2026. KONI mematok target 18 medali emas dengan peluang yang diharapkan tersebar di sejumlah cabang olahraga.
Target tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Majalengka. Pada Porprov 2022, kontingen Majalengka meraih enam medali emas yang saat itu didominasi oleh cabang olahraga aerosport dan selam.
Untuk Porprov 2026, peluang perolehan medali dinilai lebih beragam. Sejumlah cabang olahraga yang menjadi andalan di antaranya berkuda, menembak, paralayang, dan gantole. Selain itu, peluang medali emas juga diharapkan datang dari pencak silat, bulu tangkis, jiu-jitsu, wushu, hingga aeromodelling.
“Target 18 medali emas kali ini diproyeksikan datang dari hampir 12 cabang olahraga. Kita memiliki cabor andalan seperti berkuda, menembak, paralayang, serta gantole. Selain itu, peluang emas juga datang dari pencak silat, badminton, jiu-jitsu, wushu, hingga aeromodelling,” jelas Ketua KONI Majalengka.
Pemetaan peluang tersebut diharapkan dapat memperluas sumber perolehan medali, sehingga pencapaian kontingen tidak hanya bergantung pada satu atau dua cabang olahraga. Dari sisi atlet, pelepasan kontingen menjadi momentum untuk memperkuat tekad dan kepercayaan diri dalam menghadapi persaingan dengan atlet dari kabupaten dan kota lain di Jawa Barat.
Perwakilan atlet menyampaikan bahwa dukungan dari pemerintah daerah dan KONI menjadi dorongan moral bagi seluruh kontingen untuk tampil maksimal, meskipun persiapan harus dilakukan di tengah keterbatasan anggaran.
“Dukungan dan pesan dari Pak Bupati serta Ketua KONI menjadi suntikan motivasi bagi kami para atlet. Keterbatasan yang ada justru membakar semangat kami untuk membuktikan bahwa atlet Majalengka sanggup bersaing dan membawa pulang medali emas demi mengharumkan nama daerah,” ujarnya.
Para atlet diharapkan mampu menjaga kondisi fisik, konsentrasi, kedisiplinan, serta menjunjung tinggi sportivitas selama pertandingan berlangsung. Selain mengejar medali, keikutsertaan dalam Porprov juga menjadi kesempatan untuk mengukur hasil pembinaan dan meningkatkan pengalaman bertanding.
Dengan kekuatan sekitar 340 orang yang tersebar di 32 cabang olahraga, kontingen Majalengka diharapkan mampu memenuhi target yang telah ditetapkan. Pemerintah daerah bersama KONI pun menaruh harapan agar perjuangan para atlet dapat membawa hasil terbaik sekaligus meningkatkan prestasi olahraga Kabupaten Majalengka di tingkat Jawa Barat.
Porprov XV Jawa Barat 2026 menjadi ajang pembuktian bagi atlet Majalengka untuk menunjukkan bahwa keterbatasan bukan penghalang dalam berprestasi, melainkan tantangan yang harus dijawab melalui kerja keras, kekompakan, dan semangat juang. (Munadi)


Tinggalkan Balasan