KAB. CIREBON, (FC).- Kebakaran hebat melanda gudang penyimpanan material kayu milik Yatim di Blok Megulu Wetan, Desa Karangsari, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, Minggu (25/10) dini hari.

Kobaran api menghanguskan hampir seluruh bangunan beserta isinya hingga menyebabkan kerugian ditaksir mencapai Rp2,26 miliar.

Kepala Bidang Pemadaman, Penyelamatan, Sarana dan Prasarana Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Cirebon, Eno Sujana, mengatakan laporan kebakaran diterima petugas pukul 01.10 WIB. Regu III Damkar Sektor Weru langsung diberangkatkan pukul 01.15 WIB dan tiba di lokasi sembilan menit kemudian.

Berdasarkan keterangan warga, api pertama kali terlihat membesar di bagian tengah bangunan. Warga kemudian menghubungi pemilik gudang dan mandor desa. Namun, saat pintu depan dibuka, kobaran api semakin membesar dan dengan cepat melalap bangunan beserta material di dalamnya.

“Api masih menyala cukup besar saat petugas tiba. Anggota langsung melakukan pemadaman untuk mencegah api merambat ke bangunan lain,” kata Eno.

Besarnya kobaran api dan banyaknya tumpukan kayu membuat proses pemadaman membutuhkan bantuan dari Damkar Sektor Sumber, Palimanan, dan Arjawinangun. Sebanyak lima unit mobil pancar dan satu unit mobil suplai air dikerahkan ke lokasi.

Menurut Eno, petugas menghadapi kendala berupa jauhnya sumber air dan banyaknya material kayu yang terbakar. Meski demikian, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 06.15 WIB, dilanjutkan proses pendinginan hingga pukul 09.15 WIB untuk memastikan tidak ada bara yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Dari total luas bangunan sekitar 250 meter persegi, area yang terbakar mencapai kurang lebih 230 meter persegi. Hanya sekitar 20 meter persegi yang berhasil diselamatkan.

Sejumlah aset usaha milik korban turut hangus, di antaranya kayu persegian dan papan sebanyak 20 meter kubik, balokan kayu 10 meter kubik, ratusan lembar seng baru dan bekas, mesin pemotong serta pengolah kayu, dua gerobak kayu, tumpukan asbes, dan sekitar 150 kilogram paku.

Kebakaran juga menghanguskan sejumlah fasilitas di dalam bangunan, termasuk kantor, toilet, televisi, kulkas, uang tunai sekitar Rp10 juta, puluhan kaleng cat dan tiner, serta sebuah sepeda lipat.

Dampak panas turut merusak sejumlah fasilitas di sekitar lokasi. Dinding dan kaca jendela rumah milik H. Lilik di sebelah utara mengalami kerusakan. Gerobak makanan milik Darja di depan gudang juga terdampak hingga beberapa bagiannya meleleh dan kaca pecah.

Selain itu, lampu penerangan jalan umum (PJU) meleleh, kabel Wi-Fi sepanjang sekitar 150 meter terdampak, dan warung sembako di sisi selatan turut terkena paparan panas.

Penanganan kebakaran melibatkan petugas Damkar bersama anggota Koramil Weru, Polsek Weru, Inafis Polresta Cirebon, serta perangkat Desa Karangsari.

Eno memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut. Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui dan menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut. (Johan)