Ratusan Peserta dari 60 Pangkalan Ikut Kegiatan JOTA – JOTI Tahun 2026
MAJALENGKA, (FC).– Kegiatan Jamboree On The Air (JOTA) ke-89 dan Jamboree On The Internet (JOTI) ke-47 Tahun 2026, Tingkat Cabang Majalengka resmi dibuka di Alun-Alun Majalengka.
Kegiatan ini diikuti oleh 808 peserta yang berasal dari 60 pangkalan Gerakan Pramuka se-Kabupaten Majalengka.
Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Majalengka Eman Suherman mengatakan, tingginya jumlah peserta menunjukkan antusiasme anggota Gerakan Pramuka di Kabupaten Majalengka dalam mengikuti kegiatan kepramukaan yang memanfaatkan teknologi komunikasi, baik melalui radio amatir maupun jaringan internet.
“Partisipasi ini sekaligus menjadi wujud komitmen Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Majalengka dalam menghadirkan kegiatan edukatif, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi serta kebutuhan generasi muda,” kata Eman Suherman, saat membuka acara yang turut didampingi Kepala Dinas Pendidikan Rd.H.Umar Mar’uf, Minggu (18/10).
Eman Suherman menyampaikan pesan kepada seluruh peserta agar mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh serta mengambil nilai-nilai positif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Silakan ambil hal terbaik di kegiatan JOTA-JOTI ini. Semoga menjadi peserta yang tertib, menjadi warga negara yang setia, senantiasa diberikan kesehatan, serta menjadi anak yang berbakti kepada keluarga,” pesannya.
Pesan tersebut menegaskan bahwa JOTA-JOTI bukan sekadar ajang komunikasi melalui radio amatir dan internet, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter, pengembangan keterampilan, peningkatan wawasan, serta penguatan persaudaraan di kalangan anggota Gerakan Pramuka.
Penyelenggaraan JOTA-JOTI Tahun 2026 menghadirkan beragam materi edukatif yang dirancang untuk meningkatkan literasi digital, kreativitas, kemampuan komunikasi, serta kesiapsiagaan peserta dalam menghadapi situasi darurat.
Salah satu materi disampaikan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) dengan tema “Eksplorasi Dunia Digital yang Sehat, Aman, dan Edukatif”.
Materi ini memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pentingnya menggunakan internet secara bijak, menjaga keamanan dan privasi digital, menyaring informasi, serta menghindari penyebaran berita bohong dan perilaku negatif di ruang digital.
Melalui pembekalan tersebut, anggota Pramuka diharapkan mampu menjadi pengguna teknologi yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab, sekaligus berperan aktif dalam menciptakan lingkungan digital yang sehat dan positif.
Materi berikutnya menghadirkan Besokseninco dengan tema “Pilih Konten yang Estetik atau Views-nya Banyak?” Sesi ini mengajak peserta memahami strategi komunikasi dan kreativitas dalam menghasilkan konten digital yang menarik, mulai dari menentukan konsep visual, menyusun pesan, hingga mengenali faktor-faktor yang memengaruhi jangkauan dan interaksi audiens di media sosial.
Peserta juga diajak berpikir kritis dalam menentukan prioritas antara kualitas visual, jumlah penayangan (views), dan nilai manfaat sebuah konten. Konten yang baik tidak hanya menarik perhatian, tetapi juga harus memiliki pesan yang jelas, informatif, etis, dan memberikan dampak positif bagi audiens.
Dengan pemahaman tersebut, anggota Pramuka diharapkan mampu menjadi kreator konten yang kreatif dan bertanggung jawab serta memanfaatkan media sosial sebagai sarana publikasi kegiatan kepramukaan dan penyebaran informasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Sejalan dengan perkembangan teknologi, kegiatan JOTA-JOTI Tahun 2026 juga membekali peserta dengan pengetahuan mengenai kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Melalui sesi praktik membuat prompt untuk menghasilkan poster digital, peserta memperoleh pengalaman langsung dalam memanfaatkan teknologi AI sebagai sarana mengembangkan ide, meningkatkan kreativitas, dan menghasilkan konten visual.
Tidak hanya berfokus pada pengembangan kompetensi digital, kegiatan ini juga memberikan pembekalan mengenai kesiapsiagaan menghadapi bencana melalui materi dan praktik yang disampaikan oleh Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI).
Materi tersebut membahas pemanfaatan komunikasi radio dalam situasi darurat, khususnya ketika pasokan listrik terputus atau jaringan komunikasi konvensional mengalami gangguan akibat bencana.
Melalui praktik yang diberikan, peserta diperkenalkan pada pentingnya radio amatir sebagai sarana alternatif untuk menyampaikan informasi, mendukung koordinasi, dan membantu komunikasi kemanusiaan ketika sarana komunikasi lainnya tidak dapat berfungsi secara optimal.
“Pembekalan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran peserta mengenai pentingnya kesiapsiagaan bencana serta menumbuhkan pemahaman bahwa keterampilan komunikasi merupakan salah satu unsur penting dalam mendukung keselamatan dan pelayanan kemanusiaan,” kata Eman.
Keberagaman materi dalam kegiatan JOTA ke-89 dan JOTI ke-47 Tahun 2026 memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperoleh pengalaman belajar yang komprehensif. Mulai dari literasi digital, pembuatan konten kreatif, pemanfaatan kecerdasan buatan, hingga keterampilan komunikasi darurat, seluruh materi dirancang untuk memperluas wawasan dan meningkatkan kompetensi anggota Gerakan Pramuka.
“Perpaduan antara penyampaian materi dan praktik langsung diharapkan mampu membentuk Pramuka yang tidak hanya cakap memanfaatkan teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, kreativitas, keterampilan komunikasi, serta kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat,” tambah Eman.
Partisipasi 808 peserta dari 60 pangkalan se-Kabupaten Majalengka menjadi capaian positif bagi Kwarcab Gerakan Pramuka Majalengka.
Antusiasme tersebut diharapkan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan kegiatan kepramukaan serta memperluas keterlibatan generasi muda dalam berbagai kegiatan yang mendukung pembentukan karakter, pengembangan kompetensi, dan penguatan kepedulian sosial. (Munadi)


Tinggalkan Balasan