Karutan Cirebon: Tidak Ada Bangunan yang Tidak Diperuntukkan di Lingkungan Rutan Cirebon
KOTA CIREBON, (FC).– Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Cirebon memperkuat pengamanan dan pengawasan menyusul instruksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) terkait kondisi keamanan di lingkungan pemasyarakatan.
Kepala Rutan Kelas I Cirebon Jonson Manurung mengatakan, seluruh kegiatan pelayanan di Rutan Cirebon hingga saat ini berjalan normal dan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).
Hal itu meliputi perawatan tahanan, pelayanan kunjungan, kegiatan pembinaan warga binaan, hingga pelayanan persidangan.
“Kami dari Rutan Kelas I Cirebon ingin menyampaikan, dalam hal pelaksanaan kegiatan pemerintahan di Rutan Kelas I Cirebon, katakanlah itu perawatan tahanan, kegiatan pelayanan kunjungan, kegiatan pembinaan, dan juga pelayanan persidangan, semuanya berjalan dengan baik,” ujar Jonson pada Sabtu (3/10).
Ia juga memastikan sejumlah unsur pendukung keamanan, termasuk kamera pengawas atau CCTV, telah tersedia di Rutan Kelas I Cirebon.
Selain itu, Jonson memastikan tidak terdapat bangunan liar maupun bangunan yang tidak diperuntukkan di lingkungan rutan.
Menurutnya, kondisi blok hunian Rutan Cirebon masih mempertahankan struktur bangunan lama yang merupakan peninggalan kolonial Belanda.
Jonson menjelaskan, fasilitas di dalam kamar hunian warga binaan telah disesuaikan dengan kondisi dan ukuran masing-masing kamar.
Untuk kamar berukuran besar, tersedia dua kipas angin yang terpasang. Sementara kamar berukuran sedang dilengkapi satu kipas angin.
Ia menegaskan, tidak ditemukan penggunaan kabel atau colokan yang tidak sesuai ketentuan maupun upaya pencurian arus listrik oleh warga binaan.
“Tidak ada colokan, kabel-kabel yang nempel-nempel, atau pencurian arus dari atas oleh warga binaan kita. Intinya, semuanya berjalan dengan baik dan sesuai dengan SOP,” tegasnya.
Untuk mengantisipasi masuknya barang terlarang ke dalam rutan, pihaknya melakukan pemeriksaan secara maksimal terhadap barang maupun orang yang masuk ke lingkungan Rutan Cirebon.
Pemeriksaan tersebut mencakup penggeledahan makanan dan pemeriksaan badan guna mencegah masuknya narkoba, alat komunikasi ilegal, alkohol, maupun barang terlarang lainnya.
Jonson juga menekankan pentingnya integritas seluruh petugas Rutan Cirebon.
Dalam apel pagi, ia terus mengingatkan jajaran agar memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta tidak melakukan tindakan yang dapat menimbulkan persoalan bagi organisasi.
“Dalam pelayanan publik itu harus kita memberikan yang terbaik. Untuk mencegah adanya barang-barang terlarang masuk ke dalam, katakanlah misalnya narkoba, atau mungkin alat komunikasi, atau mungkin barang-barang seperti alkohol dan segala macam, itu kita lakukan pemeriksaan yang maksimal,” katanya.
Ia juga mengingatkan jajaran petugas agar menjaga integritas dan tidak melakukan tindakan yang berpotensi menimbulkan masalah.
Selain memperkuat pengawasan internal, Rutan Cirebon juga membuka ruang komunikasi dengan warga binaan.
Jonson mengatakan, komunikasi dua arah menjadi salah satu upaya untuk mengetahui secara langsung kondisi warga binaan sekaligus mengevaluasi pelayanan yang diberikan petugas.
Salah satu wadah komunikasi tersebut dilakukan melalui kegiatan senam pagi dan tatap muka bersama warga binaan setiap Sabtu.
Dalam kesempatan itu, warga binaan dapat menyampaikan berbagai persoalan maupun masukan terkait pelayanan di dalam rutan.
“Di situlah momen wadah semua warga binaan itu bisa diskusi dengan saya sebagai Kepala Rutan manakala ada pelayanan-pelayanan kami yang kurang baik, yang kurang maksimal, kami siap untuk dikoreksi sama mereka,” ujarnya.
Menurut Jonson, komunikasi tersebut penting untuk menciptakan hubungan yang baik antara petugas dan warga binaan serta menjaga kondisi keamanan dan ketertiban di dalam rutan.
“Jadi ada komunikasi yang dua arah. Mudah-mudahan sejauh ini belum ada masalah. Semuanya masih berjalan dengan baik dan aman,” pungkasnya. (Agus)


Tinggalkan Balasan