KAB.CIREBON, (FC).- Setelah 15 hari menjalani proses pencarian, jasad Yaya Carya, warga Dusun 02, Desa Sigong, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, yang menjadi korban insiden kapal KM Virgo Transport 8, akhirnya tiba di rumah duka, Selasa (29/9) siang.

Kedatangan jenazah disambut tangis haru keluarga yang selama ini menunggu kepastian keberadaan korban.

Jasad Yaya tiba sekitar pukul 13.30 WIB setelah sebelumnya diterbangkan dari RS Bhayangkara Banjarmasin menuju Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, untuk kemudian dibawa ke rumah keluarga di Desa Sigong.

Yaya Carya merupakan salah satu korban dalam insiden KM Virgo Transport 8 yang sebelumnya dinyatakan hilang dan masuk dalam daftar pencarian selama 15 hari. Setelah ditemukan, jasad korban menjalani proses identifikasi oleh tim terkait sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak keluarga.

Anak pertama korban, Siti Hanah Sulastri, mengaku lega sekaligus sedih setelah mendapatkan kepastian terkait keberadaan sang ayah.

“Bahagia sekaligus sedih. Alhamdulillah, setelah 15 hari pencarian akhirnya ada titik terang,” ujar Siti.

Menurutnya, kepastian identitas korban diperoleh keluarga setelah menerima informasi hasil identifikasi pada Senin (28/9) malam sekitar pukul 19.00 WIB.

Identifikasi diperkuat dengan sejumlah barang yang ditemukan bersama jasad korban, di antaranya pakaian, tas pinggang, kartu identitas dan telepon seluler.

“Alhamdulillah, kartu identitas di tas pinggang menjadi salah satu bukti kuat untuk memastikan identitas beliau,” katanya.

Siti menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantu proses pencarian, evakuasi hingga identifikasi korban.

“Kami berterima kasih kepada semua pihak yang membantu, terutama tim pencarian dan penyelaman,” tuturnya.

Sementara itu, Kuwu Sigong, Sumarsono, mengatakan pemerintah desa sejak awal terus mendampingi keluarga korban. Koordinasi dilakukan bersama pihak kecamatan, Pemerintah Kabupaten Cirebon, BPBD, Dinas Sosial hingga Polda Jawa Barat.

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jabar juga telah melakukan pengambilan sampel DNA keluarga sebagai bagian dari proses identifikasi korban.

“Kami terus mendampingi keluarga dan mencari informasi. Semua pihak kami koordinasikan, termasuk BPBD, Dinas Sosial dan tim DVI Polda,” ujar Sumarsono.

Ia menjelaskan, informasi hasil identifikasi diterima pihak desa sekitar pukul 18.15 WIB dan langsung diteruskan kepada perangkat desa serta keluarga korban.

“Hasil identifikasi menyatakan jasad tersebut identik 100 persen dengan Yaya Carya. Kami akhirnya cukup lega karena keluarga mendapatkan kepastian,” katanya.

Dengan ditemukannya jasad Yaya Carya, penantian keluarga selama 15 hari sejak insiden KM Virgo Transport 8 akhirnya berakhir. Pemerintah Desa Sigong memastikan akan terus mendampingi keluarga hingga seluruh proses pemulangan dan pemakaman korban selesai. (Nawawi)