KAB. CIREBON, (FC).- PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Kompleks Pabrik Cirebon memperkuat komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui aksi konservasi di kawasan Gunung Blindis, Senin (3/8/2026). Kegiatan penanaman bibit pohon buah tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) sekaligus menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-51 Indocement pada 4 Agustus 2026.

General Manager Kompleks Pabrik Cirebon, Katon Primanto Kurniawan, mengatakan momentum ulang tahun perusahaan menjadi pengingat pentingnya kontribusi nyata terhadap lingkungan dan masyarakat.

“Memasuki usia 51 tahun adalah bukti komitmen, ketangguhan, dan kontribusi nyata Indocement bagi negeri. Perayaan terbaik bukan hanya melalui kegiatan seremonial, tetapi dengan memberikan kembali kepada alam yang selama ini menopang kehidupan kita,” ujar Katon.

Menurutnya, penanaman pohon buah di kawasan Gunung Blindis memiliki nilai strategis, tidak hanya untuk menjaga keseimbangan ekosistem, tetapi juga sebagai upaya mendukung keberlangsungan habitat satwa liar.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut memiliki dua tujuan utama, yakni memperkuat konservasi alam melalui peningkatan keanekaragaman hayati serta menyediakan sumber pakan alami bagi satwa.

“Penanaman pohon ini menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan ekosistem, meningkatkan keanekaragaman hayati, sekaligus mendukung ketersediaan air dan udara bersih bagi generasi mendatang,” katanya.

Selain itu, penyediaan tanaman buah di habitat alami juga menjadi langkah ekologis untuk mengurangi potensi konflik antara manusia dengan monyet ekor panjang yang selama ini kerap masuk ke area permukiman maupun lahan pertanian warga.

“Dengan menyediakan tanaman buah di habitatnya, kami berharap kebutuhan pakan satwa dapat terpenuhi sehingga keberadaan monyet ekor panjang lebih terkendali tanpa merugikan masyarakat maupun merusak lingkungan,” jelas Katon.

Katon mengungkapkan, kawasan Gunung Blindis merupakan bagian dari area izin operasi penambangan batu gamping Indocement. Namun, kawasan tersebut tetap dipertahankan sebagai area konservasi dan tidak dilakukan aktivitas penambangan.

“Gunung Blindis kami cadangkan sebagai kawasan konservasi. Di sana terdapat berbagai jenis satwa dan vegetasi yang terus kami jaga. Ini menjadi bukti bahwa kegiatan industri dan pelestarian lingkungan dapat berjalan secara beriringan,” tegasnya.

Dalam kegiatan tersebut, Indocement juga melakukan serah terima monyet ekor panjang serta bibit pohon sebagai bagian dari program konservasi kawasan Gunung Blindis.

Melalui program tersebut, perusahaan berharap bibit pohon yang ditanam dapat tumbuh dan memberikan manfaat jangka panjang, baik sebagai sumber pakan satwa liar maupun sebagai upaya menjaga kualitas lingkungan bagi masyarakat sekitar.

“Kami berharap apa yang dilakukan hari ini dapat memberikan manfaat ekologis dan menjadi investasi lingkungan untuk masa depan,” pungkas Katon. (Johan)