KOTA CIREBON, (FC).- Pemerintah Kota Cirebon melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) melakukan langkah strategis dalam pengembangan destinasi wisata Cirebon Waterland.
Salah satunya adalah perubahan nama yang kembali menggunakan identitas lama, yakni Taman Ade Irma Suryani, sebagai bagian dari penguatan branding ikon wisata daerah.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Cirebon, Agus Sukmanjaya menjelaskan secara prinsip pengelolaan kawasan wisata tersebut tidak mengalami perubahan.
Namun, penyesuaian yang dilakukan lebih kepada strategi pemasaran dan penguatan citra kawasan sebagai salah satu ikon penting Kota Cirebon.
“Secara pengelolaan masih sama, hanya ada penyesuaian branding. Kita ingin mengembalikan ingatan masyarakat bahwa salah satu ikon Cirebon itu adalah Taman Ade Irma Suryani,” ujar Agus, Selasa (9/6).
Selain perubahan branding, kawasan wisata tersebut juga tengah dikembangkan melalui sejumlah penambahan fasilitas. Di antaranya adalah penataan area pintu masuk dari Jalan Yos Sudarso yang kini mendapatkan sentuhan pencahayaan baru agar lebih menarik dan tidak terkesan gelap atau sepi pada malam hari.
Arahan tersebut, kata Agus, juga merupakan bagian dari perhatian Wali Kota Cirebon untuk mempercantik kawasan wisata agar lebih ramah pengunjung.
Di sisi lain, saat ini juga tengah berlangsung pembangunan panggung baru di area sebelah kafe. Panggung tersebut dirancang menjorok ke arah laut sehingga diharapkan menjadi daya tarik baru untuk berbagai kegiatan seni dan pertunjukan.
Pengembangan kawasan juga mencakup pembangunan rumah makan baru yang disebut Cengho Jilid 2. Fasilitas ini menjadi lanjutan dari konsep sebelumnya, setelah bangunan lama Cengho Jilid 1 dibongkar karena kondisi yang sudah tidak layak.
Konsep baru yang dihadirkan cukup unik, yakni bangunan berbentuk kapal yang di dalamnya akan dilengkapi auditorium berkapasitas besar, diperkirakan mampu menampung sekitar 500 hingga 1.000 pengunjung. Selain itu, di bagian atas bangunan juga akan terdapat area rumah makan dengan konsep modern.
Menurut Agus, fasilitas ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat kuliner, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan seperti pertunjukan musik, event komunitas, hingga acara pernikahan.
“Bedanya ada penambahan fasilitas, seperti ruang yang bisa digunakan untuk wedding, panggung musik, dan auditorium berbentuk kapal,” jelas Agus.
Untuk progres pembangunan, kata Agus, ditargetkan sejumlah fasilitas dapat selesai secara bertahap. Pembangunan panggung di area kafe ditargetkan rampung dalam satu hingga dua bulan ke depan.
Sementara itu, pembangunan auditorium dan fasilitas utama berbentuk kapal direncanakan selesai pada Desember 2026.
“Insya Allah akhir tahun ini sebagian sudah bisa selesai, terutama panggung. Untuk auditorium ditargetkan Desember 2026,” pungkasnya. (Agus)












































































































Discussion about this post