KAB. CIREBON, (FC).- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arjawinangun Kabupaten Cirebon terus berbenah diri demi memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat Kabupaten Cirebon. Salah satu di antaranya adalah membangun unit tranfusi darah rumah sakit (UTDRS).
Menurut Direktur RSUD Arjawinangun, dr H Bambang Sumardi mengatakan, dengan adanya bangunan baru (UTDRS) pihaknya bisa memberikan pelayanan yang lebih luas lagi kepada masyatakat. Karena UTDRS ini otomatis bisa lebih berkreasi, artinya pihaknya lebih bisa berimprovisasi.
“Tapi, meskipun telah memiliki UTDRS kerja sama dengan PMI tetap dilakukan,” kata dr Bambang Sumardi, Rabu (17/12/2025).
Lanjut Bambang, saat ini bangunan unit tranfusi darah di RSUD sudah ada, tinggal target selanjutnya adalah menyiapkan alatnya. “Kita lagi ngajuin juga. Mudah-mudahan bisa secepatnya, karena anggarannya tidak terlalu besar. Kita sudah mengajukan ke provinsi. Selama ini kita kan hanya mengandalkan bank darah rumah sakit. Itu berbeda dengan UTDRS,” kata Bambang.
Selain adanya bangunan UTDRS, pihaknya juga melakukan peremajaan beberapa alat kesehatan yang sudah tua di antaranya adalah CT Scan yang 64 slice. Kemudian panoramic gigi, USG 4 dimensi, urografi dan banyak lagi.
“Diharapkan kita lebih bisa melayani masyarakat dengan alat-alat yang kekinian, sehingga nanti menjadi daya saing tersendiri,” kata Bambang.
“Untuk alkes semuanya sudah ada dan sudah datang semua. Tinggal instalasinya saja. Ini pengadaan tahun anggaran 2025,” imbuhnya.
Dengan adanya alat-alat kesehatan yang baru tentu RSUD Arjawinangun akan menjadi rumah sakit yang modern. Pihaknya juga tengah menyongsong rumah sakit berbasis kompetensi. “RSUD Arjawinangun sedang berusaha. Minimal berada di pelayanan madya. Karena dari 24 kriteria layanan secara nasional, RSUD Arjawinangun sudah meraih madya itu ada 19, tinggal lima lagi yang belum,” katanya.
Untuk itu pihaknya saat ini tengah mengejar kekurangan untuk meraih kategori pelayanan madya tersebut. “Makanya peremajaan alat kesehatan juga tujuannya untuk meningkatkan status layanan kompetensi madya,” tandasnya. (Ghofar)












































































































Discussion about this post