MAJALENGKA, (FC),– Sejarah selalu memberi pelajaran berharga untuk dijadikan cerminan di masa mendatang.

Hal itulah yang melatarbelakangi Komandan Kodim (Dandim) 0617/Majalengka, Letkol Inf Fahmi Guruh Rahayu, mengajak masyarakat Majalengka untuk membangun dan menatap masa depan dengan memperkuat persatuan dan kesatuan, gotong royong, dan ketahanan wilayah yang kokoh.

“Bangsa yang kuat berdiri di atas pondasi persatuan. Jika tercerai-berai, kita akan mudah melemah dan dipecah belah,” kata Fahmi saat ditemui di Majalengka, Senin (15/9).

Berkaca dari Sejarah Menurut perwira TNI AD yang pernah menjabat sebagai Komandan Batalyon Raider 321 Galuh Taruna ini, perjalanan bangsa Indonesia menunjukkan bahwa kebersamaan selalu melahirkan kejayaan, sementara perpecahan justru membawa pada keruntuhan.

Maka dari itu, ketahanan wilayah bukan semata tugas aparat keamanan, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

“Sejarah harus kita jadikan cermin. Jangan sampai kita mengulang kesalahan yang sama,” ujarnya.

Majalengka memiliki kontur wilayah yang beragam dari dataran rendah di utara, perbukitan di tengah, hingga pegunungan di selatan yang bersinggungan dengan kawasan Gunung Ciremai.

Dikatakannya kondisi ini membuat ketahanan wilayah tak bisa dipandang dari sisi militer semata, tetapi juga dari bagaimana masyarakat menjaga harmoni dan kondusivitas di setiap kawasan.

“Persatuan dan kebersamaan menjadi kunci agar pembangunan bisa berjalan merata dari kota hingga desa,”tutur Fahmi.

Kodim 0617/Majalengka membawahi 17 Koramil yang tersebar di seluruh kecamatan. Dari pusat kota hingga Kertajati, setiap Koramil memegang peran strategis dalam memperkuat pertahanan teritorial, termasuk mendukung kawasan strategis Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB).

Fahmi menambahkan, keberadaan Babinsa di desa-desa adalah motor penggerak gotong royong.

“Babinsa hadir bukan hanya menjaga keamanan, tapi juga mendampingi masyarakat dalam kegiatan sosial dan pembangunan,” jelasnya.

Fahmi juga mengingatkan pentingnya peran generasi muda. Mereka diharapkan aktif menjaga persatuan, menolak isu-isu negatif, serta menanamkan semangat cinta tanah air.

“Pemuda itu masa depan bangsa. Kalau mereka kuat, ketahanan wilayah kita akan semakin kokoh,” tegasnya.

Gotong royong, kata Fahmi, merupakan nilai luhur bangsa Indonesia yang harus dipertahankan. Melalui kerja bersama, masyarakat bisa saling membantu menghadapi bencana, persoalan sosial, hingga tantangan pembangunan.

“Gotong royong sebagai jati diri bangsa kita. Dengan semangat itu, kita bisa menghadapi tantangan apa pun,” ujarnya.

Di akhir pesannya, Fahmi menegaskan bahwa ketahanan wilayah berawal dari lingkungan terkecil yakni keluarga dan masyarakat sekitar. Kerukunan, kepedulian, dan persatuan di tingkat lokal akan menjadi pondasi bagi Majalengka yang aman, kuat, dan berdaya saing.

“Hidup memang singkat, tapi amal kebaikan yang kita lakukan akan menjadi warisan abadi. Mari bersama menjaga Majalengka agar tetap kondusif, rukun, dan sejahtera,” pungkas Letkol Inf Fahmi Guruh Rahayu. (Munadi)