KAB. CIREBON, (FC).- Warga Desa Tegalwangi dan Megu Cilik Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon mengeluhkan tumpukan sampah liar di sepanjang saluran irigasi jalan Tol Palikanci, tepatnya di Desa Setu Kulon.
Sampah liar sisa bekas makanan selama ramadan dan lebaran Idul Fitri 2025 itu terlihat menumpuk di bibir terowongan.
Lokasinya tak jauh dari garasi bus PO.Tifanha serta saluran irigasi yang kerap menimbulkan bau busuk, Rabu (9/4).
Rudianto (38), warga Desa Tegalwangi, pengguna jalan yang menghubungkan akses ketiga desa tersebut merasa terganggu oleh keberadaan sampah liar.
Ia meminta aksi nyata dari ketiga
Pemerintah Desa atau Pemdes Setu Kulon, Megu Cilik dan Tegalwangi Kecamatan Weru untuk menggelar kerja bakti sampah liar, rumput dan menebang ranting pohon yang mengganggu pengguna jalan.
“Kalau bisa diadakan Kerja bakti lagi seperti dulu yang dilakukan oleh masyarakat melibatkan pemerintah desa, RT RW dengan menyasar membersihkan sampah dan rumput di sepanjang khusunya di terowongan. Bila perlu buat laporan juga ke pengelola jalan Tol Palikanci,” terang Suryadi
Ia mengatakan, adanya penumpukan sampah di blok tersebut disebabkan oleh warga yang tidak bertanggungjawab.
Mereka menjadikan lahan kosong sebagai tempat pembuangan sampah. Karena liar, sampah itu tidak ada yang mengangkut dan semakin menumpuk.
“Di lokasi tersebut memang bukan menjadi TPS yang semestinya, meskipun lokasi tersebut merupakan lahan kosong, namun bukan berarti untuk penampungan sampah banyak sampah dari sisa pedagang pasar pasalaran juga yang dibuang disini,” ujarnya. Selasa (9/4).
Sementara, Widiyawati warga perumahan Griya Damai Lestari menyebut untuk menanggulangi permasalahan sampah dilokasi tersebut memang belum ada respon dari pemerintah desa untuk mengatasi solusinya dan terkesan adanya pembiaran.
Ia berharap nanti jika setelah adanya pengerukan sampah ini tidak ada lagi warga yang membuang sampah di tempat tersebut.
Bila perlu mengadakan patroli untuk meminta warga agar tidak membuang sampah sembarangan, baik di tempat yang bukan peruntukannya dan saluran-saluran air.
“Bila perlu lakukan patroli, karena yang membuang disitu biasanya para tukang becak dari pasar dan dibuang pada malam hari dan pagi dinihari kalau lewat situ baunya bikin mual” tandasnya. (Johan)















































































































Discussion about this post