KUNINGAN, (FC).- Dalam upaya mendukung upaya pencegahan gangguan penglihatan di masyarakat, khususnya pada siswa-siswi sekolah, Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan bekerjasama dengan Ikatan Refraksionis Optisien Indonesia (IROPIN) Kabupaten Kuningan dan Gabungan Pengusaha Optik Indonesia (GAPOPIN) menggelar kegiatan Bakti Sosial.
Baksos yang digelar di SMPN 7 Kuningan itu berupa pemeriksaan gangguan penglihatan dan pemberian kacamata gratis. Tampak hadir Bupati Kuningan Acep Purnama memberikan sambutan dan menyerahkan secara simbolis Kacamata kepada Siswa/Siswi SMPN 7 Kuningan, Senin (14/11).
āPemkab Kuningan menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya, Kepada Ikatan Refraksionis Optisien Indonesia Kabupaten Kuningan, Gabungan Pengusaha Optik Indonesia, Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan yang telah bisa mengadakan baksos pemeriksaan mendeteksi gangguan penglihatan dan pemberian kacamata gratis untuk anak-anak kita siswa/siswi SMP,ā kata Acep
Indera penglihatan, lanjut Acep, merupakan salah satu alat tubuh yang mempunyai fungsi sangat penting bagi manusia, untuk menerima informasi dari lingkungan kehidupan sekitarnya, sehingga mampu beradaptasi dan mempertahankan hidup.
Dengan demikian, kesehatan indera penglihatan merupakan salah satu unsur terpenting, dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Acep juga meminta agar OPD terkait untuk aktif melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai kesehatan mata. Bupati Acep Purnama mengimbau agar masyarakat tak takut dan malas dalam memeriksakan kesehatannya, khususnya kesehatan mata.
āSaya berharap, kerjasama Lintas Sektor Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan dengan Ikatan Refraksionis Optisien Indonesia (IROPIN) Kabupaten Kuningan dan Gabungan Pengusaha Optik Indonesia (GAPOPIN), di masa yang akan datang masih berkenan menyelenggarakan kegiatan serupa di Kabupaten Kuningan,ā ungkap Acep.
Gangguan penglihatan pada anak, masih Acep, bisa disebabkan beberapa faktor. Baik itu gangguan bawaan sejak lahir, tetapi sebagian besar disebabkan faktor luar yang sangat mengkhawatirkan yakni penggunaan gawai (gadget) berlebihan.
āGangguan penglihatan didominasi karena perilaku melakukan aktivitas beresiko untuk mata, penggunaan mata berlebihan, membaca di tempat kurang terang, posisi membaca tidak benar, menonton televisi kurang dari 30 cm, atau penerangan berlebih,ā ujar Acep.
Untuk mencegah gangguan penglihatan, Acep menyarankan agar penggunaan gawai atau gadget dikurangi.
Imbangi penggunaan gadget dengan istirahat mata, kalau sudah 30 menit istirahatkan mata selama lima menit dengan menutup mata sampai rileks, mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin A baik untuk mata.
āBahaya gadget juga mengandung radiasi, penggunaan gadget yang berlebih tidak baik bagi mata, karena gadget menggunakan media yang terang, mengganggu otot mata,ā kata Acep.
Sementara itu, Kadinkes Kuningan dr. Hj. Susi Lusiyanti menerangkan deteksi dini gangguan penglihatan di masyarakat perlu dilakukan dalam rangka penemuan sedini mungkin sehingga dapat ditindaklanjuti sesegera mungkin jika ditemukan gangguan penglihatan agar tidak terjadi keterlambatan penemuan dan penanganan yang dapat memperberat penyakitnya atau mengakibatkan kebutaan.
Susi menyebutkan, pemeriksaan terhadap anak sekolah telah dilaksanakan bekerjasama dengan GAPOPIN dan IROPIN Kabupaten Kuningan terhadap 9 sekolah yang tersebar di Kabupaten Kuningan dengan hasil dari 4.564 siswa yang diperiksa, ditemukan gangguan refraksi 1.494 siswa (32,73%) mayoritas menderita mata minus dan 33 siswa menderita strabismus/mata juling (0,7%).
Semuanya dapat dikoreksi, apabila segera ditangani sedini mungkin agar tidak berlanjut ke gangguan mata yang lebih serius.
āGangguan penglihatan pada anak akan mempengaruhi kemampuannya dalam menyerap pelajaran, dikhawatirkan jika tidak segera diatasi, anak-anak yang diharapkan meraih prestasi dalam belajar akan terganggu,ā kata Susi.
Tahun ini, Susi mengaku ingin menargetkan 10 ribu siswa yang diperiksa dengan 10 (sepuluh) titik di 10 (sepuluh) Kecamatan di Kabupaten Kuningan.
āMelalui pemeriksaan ini akan diketahui tingkat gangguannya, yang selanjutnya akan diberikan tindakan yakni penggunaan kacamata sesuai dengan tingkat gangguan,ā kata Susi.
Masih ditempat yang sama, salah seorang orang siswa, Dewi, saat ditemui merasa bersyukur dengan adanya pemberian kacamata gratis ini.
āSenang sekali Pak dan terima kasih kepada pemerintah atas kacamata gratis ini. Ini bukti bahwa pemerintah peduli terhadap siswa di Kuningan yang nantinya sebagai penerus bangsa,ā ujarnya. (Ali)











































































































Discussion about this post