Peningkatan itu tentu diimbangi dengan cara memperluas jenis komoditas sembako yang dibeli, lanjut Ridho, sehingga tidak hanya berupa beras dan telur seperti pada Program BPNT, namun juga komoditas lainnya yang mengandung sumber protein hewani, berupa telur/daging/ikan, sumber nabati seperti kacang-kacangan termasuk tempe dan tahu serta sumber vitamin dan mineral seperti sayur mayur dan buah-buahan.
“Ini upaya pemerintah untuk memberikan akses Keluarga Penerima Manfaat (KPM) terhadap bahan pokok dan kandungan gizi lainnya,” kata Ridho.
Untuk itu, Ridho berharap penyaluran sembako tahun ini dapat dilaksanakan dengan tertib, tidak ada lagi kartu KKS yang dibawa oleh Pendamping Bansos, mengingat kartu itu berisi uang yang akan dibelikan sembako oleh KPM.
“Untuk e-warung yang sudah ditunjuk oleh Bank Penyalur agar dapat melayani KPM dalam pembelian sembako, dan juga memperhatikan ketersediaan bahan pangan yang dibutuhkan oleh KPM sesuai dengan jumlah dan sebaran KPM di wilayahnya masing-masing,” ujar Ridho. (ali)













































































































Discussion about this post