KAB.CIREBON, (FC).- Pemerintah Kabupaten Cirebon menargetkan program bongkar ratoon (ratum) tanaman tebu seluas 1.200 hektare pada tahun 2026 sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas pertanian dan mendukung swasembada gula nasional.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Deni Nurcahya, saat menghadiri Musyawarah Cabang (Muscab) ke-VI Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Kabupaten Cirebon yang digelar di kawasan Pabrik Gula (PG) Tersana Baru, Rabu (11/2) kemarin.
Deni berharap Muscab APTRI dapat menjadi wadah strategis yang mampu mengakomodasi kepentingan petani sekaligus menjadi penghubung yang efektif antara petani tebu dan pihak pabrik gula.
“Muscab ini sangat penting untuk merumuskan langkah-langkah strategis dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani tebu, termasuk dalam pemilihan ketua serta kepengurusan baru APTRI,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap peran APTRI yang selama ini dinilai konsisten mendukung pengembangan sektor pertanian tebu di Kabupaten Cirebon.
Terkait perkembangan pertanian tebu, Deni menjelaskan bahwa pada tahun 2025 luas lahan tebu di Kabupaten Cirebon tercatat sekitar 400 hektare. Dari luasan tersebut, program bongkar ratoon telah dilaksanakan pada sekitar 100 hektare lahan.
“Pada tahun 2026, program bongkar ratoon akan kami lanjutkan dengan target penanganan hingga 1.200 hektare,” ungkapnya.
Menurut Deni, peningkatan luasan bongkar ratoon ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Cirebon dalam mendukung program swasembada gula nasional.
“Kami berkomitmen memenuhi kuota swasembada gula nasional, tidak hanya untuk kebutuhan Jawa Barat, tetapi juga berkontribusi bagi wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, serta daerah lain di luar Pulau Jawa,” tegasnya.
Ia berharap melalui Muscab APTRI ke-VI ini, sinergi antara petani tebu dan pabrik gula semakin kuat sehingga mampu menciptakan sistem produksi yang lebih efisien dan berkelanjutan.
“APTRI diharapkan terus berperan sebagai lembaga pembina dan pendamping petani, sekaligus menjadi jembatan yang efektif antara petani dan pabrik gula. Mari kita bersama-sama membangun masa depan pertanian tebu yang lebih baik di Kabupaten Cirebon,” pungkas Deni. (Nawawi)











































































































Discussion about this post